Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Emas Diperdagangkan pada Rekor Tertinggi
Friday, 11 April 2025 20:29 WIB | GOLD |GOLD

Harga emas diperdagangkan pada rekor tertinggi baru pada hari Jumat(11/4) pagi karena dolar terus merosot di tengah meningkatnya tarif antara Amerika Serikat dan Tiongkok, sementara ukuran inflasi AS lainnya melemah bulan lalu.

Harga emas untuk pengiriman bulan Juni terakhir terlihat naik US$69,30 menjadi US$3.246,80 per ons, naik dari rekor penutupan hari Kamis di US$3.177,50.

Kenaikan ini terjadi karena investor mencari tempat berlindung yang aman dengan Tiongkok dan Amerika Serikat yang melanjutkan perang tarif. Tiongkok pada hari Jumat menaikkan tarifnya atas impor AS menjadi 125%, sehari setelah Presiden AS Donald Trump menaikkan pungutan atas barang-barang Tiongkok menjadi 145%. Meningkatnya ketegangan antara keduanya terjadi setelah keputusan Trump pada hari Rabu untuk menghentikan pungutan atas sebagian besar mitra dagang AS yang sempat menaikkan saham.

Namun, pasar melemah pada hari Kamis di tengah kekhawatiran atas dampak perang dagang terhadap pertumbuhan global. "Setelah kehilangan cukup banyak harga dalam pergerakan yang sebagian besar tidak intuitif di mana emas terjebak dalam aksi jual lintas aset dan menanggung beban menutupi kerugian di tempat lain, emas telah kembali bangkit. Berakhirnya kemerosotan pasar dan jeda parsial tarif selama 90 hari membuat emas tidak lagi menanggung beban penurunan pasar yang ekstrem (setidaknya untuk saat ini), dan sebaliknya emas dibiarkan diperdagangkan lebih banyak berdasarkan manfaat makro saat ini dan, mungkin yang paling penting, ketidakpastian pasar yang lebih luas," tulis Christopher Louney, seorang ahli strategi komoditas di RBC Capital Markets.

Pengukuran inflasi AS lainnya melemah bulan lalu. Menyusul penurunan tak terduga pada harga konsumen Maret yang dilaporkan pada hari Kamis, harga grosir AS juga mengalami deflasi bulan lalu, dengan Biro Statistik Tenaga Kerja mengatakan Indeks Harga Produsen turun 0,4% dari Februari, turun dari kenaikan 0,1% pada bulan sebelumnya dan di bawah estimasi konsensus FactSet untuk kenaikan 0,2%. PPI inti, tidak termasuk makanan dan energi, naik pada tingkat tahunan 3,3%, turun dari 3,5% pada bulan Februari dan di bawah ekspektasi kenaikan 3,6%.

Nilai tukar dolar AS turun tajam karena perang dagang AS dan meredanya inflasi. Indeks dolar ICE terakhir terlihat turun 1,4 poin menjadi 99,48, terendah sejak musim dingin tahun 2022.

Hasil obligasi pemerintah AS beragam, dengan obligasi dua tahun AS terakhir terlihat membayar 3,864%, turun 1,9 basis poin, sementara hasil obligasi 10 tahun naik 0,4 poin menjadi 4,44%.

Sumber: MT Newswires

RELATED NEWS
NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu...
Thursday, 12 February 2026 19:24 WIB

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...

Narasi Cut Rate Menguat, Emas Ikut Terangkat...
Wednesday, 11 February 2026 20:25 WIB

Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...

Emas Koreksi, Tapi Geopolitik Pegang Kendali...
Tuesday, 10 February 2026 21:14 WIB

Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...

Emas Bertahan Kuat, Pasar Cuma Nunggu 2 Data Ini !...
Monday, 9 February 2026 14:52 WIB

Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...

Rebound Emas Tertahan : Pasar Masih Tarik Ulur...
Friday, 6 February 2026 23:09 WIB

Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS